Polres Sukabumi Kota Rayakan HUT Bhayangkara Ke-80 Lewat Atraksi Boles, Ini Maknanya

Ada yang menarik di Hari Bhayangkara ke-80. Sejumlah anggota polisi di Kota Sukabumi merayakan hari ulang tahun institusi kepolisian Republik Indonesia dengan menampilkan atraksi olahraga tradisional Boles. Riuh rendah tepuk tangan warga mengiringi pertunjukan Boles di Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, Rabu 1 Juli 2026. Gerakan tangkas memainkan bola api yang ditampilkan empat anggota polisi berkolaborasi yang dengan sejumlah pesilat ampuh menghibur penonton. Penampilan atraktif mereka juga sukses membius pejabat Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) Sukabumi yang menyaksikan pertunjukan tersebut. Diketahui, Boles merupakan kesenian asal Kota Sukabumi yang lahir dari aliran Pencak Silat Sang Maung Bodas. Permainan lempar bola api ini dimainkan oleh dua tim yang harus memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Pencipta kesenian Boles KH Fajar Laksana mengatakan, bahwa atraksi ini membawa makna tentang kebersamaan. Selaras dengan tema kepolisian yang mengabdi untuk masyarakat, kehadiran olahraga tradisional ini mengikis pembatas antara aparat dan warga sipil. “Maknanya adalah pertama kebersamaan antara polisi dengan masyarakat. Tema polisi adalah untuk masyarakat. Bersama-sama dengan masyarakat menyambut HUT Bhayangkara ke-80 kita bergembira. Itu menunjukkan bahwa polisi humanis, tapi tetap profesional dan preventif dalam pekerjaannya,” kata Fajar, Rabu 1 Juli 2026. Baca Juga: Prediksi Spanyol vs Austria di 32 Besar Piala Dunia 2026, La Furia Roja Diunggulkan Penampilan anggota Polres Sukabumi Kota ini juga membawa kebanggaan nama daerah karena Boles sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) dan menjadi salah satu ikon Kota Sukabumi, Jawa Barat. “Ketika masyarakat ikut tampil, polisi juga bersama-sama kita. Apalagi kemudian tampilannya, ini merupakan tampilan dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) asal Jawa Barat dan khususnya dari Kota Sukabumi, yaitu main Bola Leungeun Seuneu (Boles),” ucapnya. Selain itu, permainan Boles yang juga bermakna mengendalikan hawa nafsu dalam bentuk api, mewujudkan pesan supaya polisi harus tetap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Bola leungeun seuneu itu, bola itu gambaran dunia, seuneu itu api, hawa nafsu dunia, dan tangan itu bagaimana kita bisa mengendalikan hawa nafsu dunia tadi. Sehingga polisi harus sanggup menjaga stabilitas emosi dalam tugasnya, tetap humanis walaupun dalam tekanan,” ungkapnya. Dia menjelaskan, diperlukan teknik khusus dalam memainkan Boles. Para pemain harus terlebih dahulu membaluri tangannya dengan air ramuan herbal sebagai antiseptik alami. Bola api juga harus dilempar dan tidak boleh dipegang terlalu lama untuk mencegah panas. Persiapan yang dilakukan anggota kepolisian untuk menampilkan Boles ini hanya satu hari. Para polisi dibekali dengan kepercayaan diri, keberanian, serta keyakinan yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bekal mental ini dianggap selaras dengan tugas kepolisian yang selalu bersinggungan dengan bahaya dan tekanan tinggi.
https://www.koran-gala.id/news/58717319892/polres-sukabumi-kota-rayakan-hut-bhayangkara-ke-80-lewat-atraksi-boles-ini-maknanya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *