- smathsi
- Uncategorized
- Agustus 26, 2026
Alpukat Genjah Unggul Sukabumi (AGUS) mulai dipersiapkan untuk naik kelas dari komoditas lokal menjadi produk yang mampu menembus pasar internasional. Salah satunya Jepang yang sudah meminta pasokan 20 ton alpukat per hari. Pengembangannya kini diperluas melalui jaringan pondok pesantren di berbagai daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari program Pesantren Multi Produk (PMP) yang digagas Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana. Baca Juga: Nggak Bisa Sembarangan, Ini Beberapa Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang Andalalin Gudang Program ini diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan berbagai sektor usaha produktif. Sekitar 50 peserta dari 25 pondok pesantren mengikuti kegiatan PMP. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, mulai Jawa Barat, Jakarta, Banten, Maluku hingga Papua. KH. Fajar Laksana mengatakan, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan kewirausahaan, tetapi juga dikenalkan dengan konsep integrated farm serta berbagai keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi unit usaha pesantren. “Yang pertama seminar tentang integrated farm dan wirausaha. Kemudian peserta diberikan beberapa keterampilan yang harus dikuasai, seperti mendirikan pabrik tahu, pabrik sandal, membuat kaos jersey dan mengolah obat herbal,” ujar KH. Fajar, Rabu 26 Agustus 2026. Baca Juga: Pembangunan PSEL di Bantargebang Kota Bekasi Diresmikan, Target Operasi Tahun 2028 Pelatihan juga mencakup bidang pertanian dan peternakan, seperti budidaya lele, maggot hingga pemanfaatan limbah kotoran hewan menjadi pupuk cair, pupuk padat dan pakan maggot. Dalam program tersebut, Alpukat AGUS menjadi salah satu komoditas yang diperkenalkan kepada para pengelola pesantren. Mereka dibekali pengetahuan mengenai teknik penanaman dan perawatan, sementara pemasaran hasil produksi akan didukung oleh Hikmah Tani Indonesia (HATI). “Pesantren belajar menanam dan membudidayakan Alpukat AGUS. Untuk pemasarannya sudah disiapkan oleh HATI. Jadi hasilnya nanti diterima dan disalurkan untuk dipasarkan,” jelas KH. Fajar.
https://www.metropolitan.id/metropolitan-network/95317556260/tembus-pasar-ekspor-jepang-minta-pasokan-20-ton-alpukat-agus-asal-sukabumi-per-hari