- smathsi
- Uncategorized
- Oktober 14, 2026
Museum Prabu Siliwangi di Kota Sukabumi meluncurkan buku katalog keramik bersejarah yang mendokumentasikan koleksi dari berbagai negara dan periode peradaban. Selain menjadi upaya pelestarian warisan keluarga, penerbitan katalog ini diharapkan memperkuat edukasi sejarah dan mengembangkan potensi wisata budaya di Kota Sukabumi. Penyusunan buku katalog tersebut melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui penelitian selama tiga bulan terhadap hampir 350 koleksi keramik yang tersimpan di museum. Baca Juga: Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur Dalami Aduan Dugaan Pemotongan Dana Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan Dari ratusan benda tersebut, dipilih sejumlah sampel representatif untuk menggambarkan keragaman asal-usul dan perjalanan sejarah koleksi. Pimpinan Ponpes Al-Fath, KH Fajar Laksana, selaku perwakilan keluarga besar pewaris koleksi Museum Prabu Siliwangi, menjelaskan bahwa katalog tersebut memuat keramik dari berbagai negara dengan rentang usia mulai abad ke-8 hingga abad ke-20 Masehi. Koleksi yang terdokumentasi antara lain berasal dari China, Inggris, Belanda, Thailand, serta Nusantara pada masa Kerajaan Majapahit. Keberadaan keramik tersebut menjadi sumber penting untuk menelusuri hubungan perdagangan dan interaksi kebudayaan yang telah berlangsung sejak berabad-abad silam. “Dari abad ke-8 Masehi sudah terjadi perdagangan internasional. Sudah berkunjung dari beberapa negara ke Indonesia, dibuktikan dengan adanya keramik ini,” ungkap KH Fajar, Rabu, 14 Oktober 2026. Menurutnya, keramik dari berbagai negara tidak hanya memperlihatkan kekayaan koleksi museum, tetapi juga memberikan gambaran mengenai hubungan masyarakat Nusantara dengan bangsa lain pada masa lampau. Benda-benda tersebut menjadi bagian dari bukti sejarah yang dapat membantu masyarakat memahami perjalanan peradaban sebelum Indonesia merdeka. Ia menilai pendokumentasian koleksi melalui buku katalog penting untuk memperluas akses pengetahuan sejarah. Melalui penelitian dan pencatatan yang sistematis, masyarakat dapat mengenali karakteristik benda, asal-usul, serta latar belakang sejarahnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, koleksi keramik yang kini tersimpan di Museum Prabu Siliwangi merupakan warisan keluarga besar Raden Sumawinata.
Benda-benda tersebut berasal dari peninggalan leluhur keluarga yang kemudian dipelihara dan disimpan di museum agar tetap terjaga sebagai bagian dari warisan sejarah. Melalui penerbitan katalog, koleksi yang sebelumnya dipelajari melalui benda fisiknya kini juga terdokumentasi dalam bentuk buku. Dokumentasi ini diharapkan membantu masyarakat, peneliti, dan kalangan akademisi mempelajari kekayaan sejarah serta kebudayaan yang tersimpan di Museum Prabu Siliwangi. Buku tersebut juga diproyeksikan menjadi sarana edukasi bagi pelajar, santri, mahasiswa, dan masyarakat umum. Museum Prabu Siliwangi membuka peluang bagi lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi untuk menjadikan koleksi keramik sebagai objek pembelajaran sejarah dan kebudayaan. Dari sisi pariwisata, pengembangan koleksi keramik diharapkan menambah daya tarik destinasi wisata sejarah di Kota Sukabumi. Keberadaan museum keramik sebagai bagian khusus dari Museum Prabu Siliwangi dinilai dapat memberikan pilihan wisata budaya bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah. “Ini akan menjadi tambahan keunggulan bagi Kota Sukabumi karena dibuat museum tersendiri yang disebut museum keramik dari Museum Prabu Siliwangi. Tentunya ini akan menjadi destinasi wisata baru dan menambah kunjungan wisata ke Kota Sukabumi,” tuturnya. Untuk memperluas jangkauan pembaca, buku katalog tersebut diterbitkan secara resmi oleh Halifah Mediatama dan telah memperoleh ISBN. Buku itu direncanakan masuk ke Perpustakaan Nasional serta didistribusikan ke berbagai perpustakaan di Indonesia, sehingga berpeluang menjadi bahan rujukan di lingkungan pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Selain dalam bentuk cetak, katalog tersebut juga direncanakan tersedia dalam format digital melalui penerbit. Dengan demikian, masyarakat nantinya berpeluang mengakses dokumentasi koleksi keramik secara lebih luas. Meski telah diluncurkan, buku yang diperlihatkan dalam kegiatan tersebut masih berupa dummy atau contoh awal, bukan cetakan final. Format akhir dan ketersediaan versi digital akan mengikuti proses penerbitan yang disiapkan oleh penerbit. Peluncuran katalog keramik ini menjadi langkah untuk menjaga warisan keluarga sekaligus memperluas pemanfaatan koleksi museum bagi pendidikan, penelitian, dan pelestarian sejarah. Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat peran Museum Prabu Siliwangi sebagai pusat pembelajaran budaya dan salah satu daya tarik wisata sejarah di Kota Sukabumi. (usep)