- smathsi
- Uncategorized
- Juni 12, 2026
Salah satu warisan budaya asal Kota Sukabumi yakni jurus golok Kala Petok memasuki tahap verifikasi untuk ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) oleh Kementerian Kebudayaan. Jurus golok Kala Petok merupakan seni bela diri yang berakar dari pencak silat Aliran Sang Maung Bodas. Setelah mengantongi status WBTb di tingkat Jawa Barat, jurus golok Kala Petok terpilih sebagai usulan tunggal dari lima pengajuan daerah untuk dinaikkan statusnya ke level nasional. Salah satu faktor kuatnya yakni nilai sejarah yang belum banyak terkuak. Guru Besar PS Sang Maung Bodas sekaligus maestro golok Kala Petok, KH Fajar Laksana mengatakan, jurus ini merupakan warisan keluarganya yang memiliki garis keturunan Kesultanan Banten. Dia menyampaikan, seni tradisi ini awalnya merupakan warisan keluarga dari kakeknya Raden Sumawinata, yang diturunkan melalui ayahnya, Raden Adang Sarbini. Jika ditarik mundur, silsilah keilmuan pencak silat tersebut berasal dari kakek buyutnya Raden Ateng Kasar, lalu Raden Ahmad, Raden Ishak, Raden Tajul Arifin, Raden Koyong hingga berujung kepada Pangeran Sogiri pada abad ke 17 atau di masa Kesultanan Banten era Sultan Ageng Tirtayasa. “Jadi jurus ini berujung kepada salah satu tokoh besar yang menjadi pejuang di negara kita yaitu Pangeran Sogiri, yang sama-sama berjuang dengan Pangeran Jayakarta. Pangeran Sogiri sendiri itu keturunan dari Sultan Ageng Tirtayasa,” ucap Fajar, Jum’at 12 Juni 2026. Baca Juga: Bisakah Nonton Piala Dunia 2026 di HP? Daftar Aplikasi OTT Live Streaming Bola Resmi dan Cara Pakainya Kesenian ini sebelumnya diwariskan khusus untuk keluarga. Namun karena berkeinginan untuk melestarikan keilmuan pencak silat ini lebih luas, dia mengajarkannya ke masyarakat luas hingga saat ini. Pusaka golok Kala Petok yang diperkirakan dari abad 17 saat ini disimpan di Museum Prabu Siliwangi yang menjadi bahan kajian Kementerian Kebudayaan untuk penetapan WBTbI. “Jadi ini pusaka real keluarga, jurus-jurus juga silat keluarga yang sebelumnya dirahasiakan, yang turun-temurun diajarkan hanya dari keturunan Raden Sumawinata yang berasal dari Pangeran Sogiri. Jadi tidak diajar ke yang lainnya. Baru setelah saya pribadi, baru dibuka untuk umum,” ujarnya. Menurut Fajar, pusaka ini dahulu juga dijadikan sebagai alat perjuangan untuk melawan penjajah Belanda. “Sehingga kalau dari sejarah, golok ini sudah dijadikan salah satu alat perjuangan di zaman kemerdekaan, dari mulai Banten, Jakarta, Bogor, hingga ke Sukabumi,” ungkapnya.
https://www.koran-gala.id/gala-ragam/58717243821/mengenal-jurus-golok-kala-petok-seni-budaya-asal-kota-sukabumi-yang-selangkah-lagi-jadi-wbtbi