Lestarikan Warisan Budaya, Pencak Silat Sang Maung Bodas Sasar Generasi Muda di Puluhan Sekolah dan Kampus

- smathsi
- Uncategorized
- April 4, 2026
Aliran Sang Maung Bodas yang merupakan kesenian pencak silat khas Sukabumi telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Provinsi Jawa Barat. Aliran ini melahirkan sejumlah ekspresi budaya seperti olahraga tradisional (oltrad) main boles atau lempar bola api, kesenian ngagotong lisung serta berbagai jurus khas seperti Golok Kala Petok, Panca Kinanti, dan Maung Keubet.
Untuk boles telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI) oleh Kementerian Kebudayaan pada 2024. “Kita diminta pihak Kementerian Kebudayaan untuk bisa tampil di 43 sekolah. Insya Allah di Sukabumi dan kota-kota lain,” kata Guru Besar PS Sang Maung Bodas K.H. Fajar Laksana, Sabtu 4 April 2026.
Kegiatan akan dimulai pekan depan di sejumlah sekolah dan universitas di Jawa Barat. Pengenalan budaya lokal yang memiliki kearifan filosofis menurutnya sangat krusial di tengah gempuran budaya asing era globalisasi. “Tujuannya pengembangan budaya lokal supaya kearifan lokal ini bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ucapnya.
Selain itu, berkembangnya pencak silat Aliran Sang Maung Bodas sebagai budaya lokal khas Sukabumi bakal memancing wisatawan dari luar daerah dan mancanegara untuk melihat dan mempelajari. Langkah ini akan mendorong promosi pariwisata secara signifikan. “Produk budaya ini akan meningkatkan wisata di daerah masing-masing. Wisatawan banyak maka akan meningkatkan ekonomi kreatif. Ujung-ujungnya meningkatkan PAD,” tambahnya. Pencak silat juga dapat melahirkan inovasi dan kreativitas dalam berbagai sektor. Mulai dari sisi olahraga, pariwisata hingga ekonomi kreatif. Efek domino untuk pembangunan daerah akan lahir dari sana. “Produk budaya ini menjadi hulu yang kemudian akan meningkatkan aktivitas yang lainnya seperti olahraga, pariwisata, ekonomi kreatif. Dan itu akan membangkitkan semangat juga masyarakat,” ungkapnya. Tak hanya itu, pencak silat yang telah ditetapkan menjadi World Intangible Cultural Heritage atau Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO, harus dipertahankan. Caranya dengan berbagai kegiatan pelestarian dan pengembangan pencak silat dalam kegiatan masyarakat.