Sambut HUT ke-81 RI, Garda Mawar Bawa Bantuan dan Semangat Pendidikan ke Ponpes Dzikir Al Fath

Suasana berbeda mewarnai Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, Sukabumi, saat Ketua Umum Garda Mawar, Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid, bersama rombongan melakukan kunjungan sosial dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan Garda Mawar menyalurkan sebanyak 500 paket sembako bagi para santri dan masyarakat di sekitar lingkungan pesantren. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat silaturahmi dengan masyarakat.

Kunjungan tersebut juga diwarnai atraksi seni budaya Bola Leungeun Seuneu dan pertunjukan Pencak Silat yang dibawakan para pendekar Sang Maung Bodas. Penampilan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan serta menjaga keberadaan seni tradisional Jawa Barat.

Tidak hanya kegiatan sosial, momen silaturahmi itu turut diisi dengan penyerahan Golok Pusaka Kala Petok bersertifikat. Pusaka tersebut diserahkan Maha Guru Pencak Silat Sang Maung Bodas, KH. M. Fajar Laksana, kepada Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid sebagai simbol penghormatan dan kepedulian terhadap pelestarian budaya.

Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath, KH. M. Fajar Laksana, mengungkapkan bahwa hubungan dirinya dengan Fauka Noor Farid telah terjalin cukup lama, bahkan sejak sekitar 17 tahun lalu.

Menurut Fajar, kedatangan Fauka kali ini tidak hanya berkaitan dengan kegiatan bakti sosial, tetapi juga memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan dan kepedulian terhadap anak-anak kurang mampu.

Ia menjelaskan, Ponpes Dzikir Al Fath selama ini membuka akses pendidikan melalui program beasiswa bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa dari berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut mencakup kebutuhan pendidikan, tempat tinggal hingga dukungan untuk memasuki dunia kerja.

“Yang kami lakukan adalah memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak dari berbagai daerah, termasuk yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Dukungan dari berbagai pihak sangat berarti untuk keberlanjutan program tersebut,” ujar KH. Fajar.

Ia menambahkan, Garda Mawar juga turut memberikan dukungan pendidikan bagi anak-anak yang terdampak bencana. Salah satunya melalui pemberian beasiswa kepada 12 anak yatim piatu korban tanah longsor di Bandung Barat.

Sementara itu, Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid mengatakan kunjungannya ke Ponpes Dzikir Al Fath memiliki makna tersendiri. Selain bernostalgia dengan pesantren yang telah memiliki sejarah panjang, ia juga ingin memperkuat kolaborasi di bidang sosial dan pendidikan.

Fauka mengingat kembali kunjungannya bersama Prabowo Subianto ke pesantren tersebut pada 2012. Menurutnya, Al Fath memiliki keunikan karena tidak hanya mengembangkan pendidikan keagamaan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi, kepedulian sosial, serta pendidikan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kita datang ke sini untuk mempererat kembali hubungan yang sudah lama terjalin. Ada kerja sama dalam bidang beasiswa dan kegiatan sosial, termasuk membantu anak-anak yang membutuhkan pendidikan,” kata Fauka.

Dalam kesempatan itu, Fauka juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyikapi berbagai informasi yang berkembang terkait kondisi nasional. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang menurutnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Fauka, keberadaan program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta pengembangan pendidikan tinggi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda.

“Biarkan masyarakat melihat dan menilai sendiri bagaimana program pemerintah berjalan. Yang terpenting kita menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama membangun bangsa,” ujarnya.

Fauka juga menilai keberadaan Pondok Pesantren Dzikir Al Fath memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, terutama melalui pendidikan gratis, pemberdayaan ekonomi, serta pembukaan kesempatan bagi anak-anak kurang mampu.

Kegiatan sosial tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara organisasi sosial, pesantren, dan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan serta membantu kelompok yang membutuhkan.

https://ribaknews26.id/sambut-hut-ke-81-ri-garda-mawar-bawa-bantuan-dan-semangat-pendidikan-ke-ponpes-dzikir-al-fath.html

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *